PUISI SAHUR CINTA



By : Minenk Putri Karso Suyitno

 


Pekat malam memikat kelam
Bulir detik bergulir tiada disadar
Nikmatnya nyenyak tercumbui mimpi
Betapa letih raga telah berpendar

Senyap dicekat
 Saat berdentang sirine bunyi handphone
Dari bawah penyangga kepala tak bertenaga

Tersentak
Bergeliat
 Erangan enggan telak mencuat
Sedang deringan terus mendesak
Terangkatlah sambungan masih dalam pejam

Namun salam tak luput menyambut
Tak peduli siapa gerangan di seberang
"Wa'alaikumsalam sayang...."
"Sahurrrr....mama sahurrr..."

Beruntun gaung suara malaikat jiwa
Dari dua makhluk terindah penyemangat nyawa
Enggan enyah sudah
Geliatan pergi entah

Senyum terkulum beratribut indah
Sekejap mata
Suami suguhkan semangkuk menu sahur cinta
Putriku pernikmat dengan secawan keceriaan ramadhan
Begitu kehangatan selaksa tercipta
Dalam sahur bersama meski sendirian



 

Biografi singkat : Minenk Putri Karso Suyitno

Minenk Putri Karso Suyitno bernama asli Sarminem. Gadis yang berasal dari
Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Mineng, memang
begitulah sapaan akrab gadis yang lahir di Cilacap, 22 Maret 1988 ini. 

Niatuntuk melanjutkan kuliah harus dipendamnya karena masih ada 4 adik yang
membutuhkan biaya sekolah.
Semasa menjadi siswi, sering menduduki peringkat pertama karena
menonjol di mata pelajaran matematika, membuatnya tak pernah
menemukan keinginan untuk menulis. 

Baru beberapa bulan lalu setelah 
mengenal facebook, dia iseng menuliskan apa saja yang ada di pikiran dan
hatinya. Ternyata tanggapan positif mengalir dari teman-teman dekat.

Sehingga dia harus menengok kembali kemampuan yang masih terbatas dan
kemudian menempanya dengan kemauan kuat agar menghasilkan tulisan
yang benar-benar bisa dinikmati. Bukan hanya sekedar dibaca, lalu berlalu
tanpa meninggalkan bekas di memory pembaca.

Ramadhan sendiri baginya adalah bulan pembersihan.
Pembersihan setelah 11 bulan berkubang dalam salah dan khilaf. Di bulan
special ini semua umat Islam menjadi mulia, saling memaafkan hingga tidak
ada lagi dendam yang terendam.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "PUISI SAHUR CINTA"

Posting Komentar