By : Yoest
Jiwaku berkelana
Mengembara mencari
sejuta makna
Detak waktu yang
bersekutu dengan sunyi
Melemparkanku pada
lembah perenungan jati diri
Melucuti ego-ego
nurani
Membentangkan ribuan
hasta tingkah dan perilaku
Duhai raja jiwaku,
Mengapa kau lukis
dusta didinding istanamu
Kemana panglima diri
kau bawa pergi
Hingga kisi-kisi hati
ternoda benci..?
Sukmaku lelah meratap
Sukmaku malu menatap
Sukmaku tertunduk
kelu
Menyesali anugrah
waktu yang berlalu
Tanpa keindahan taqwa
kepada TUHAN ku.
Untaian asa mengikat
bahagia
Menebas sedih dan air
mata
Ketika ramadhan tiba
Bersama malam seribu
bulan dipelukan
Aku tafakur...
Aku tersungkur...
Dalam sujud dan rasa
syukur,
Aku masih dberi
panjang umur.
Ku petik dawai hatiku
Alunan sukma merambah
syahdu
Aku bangkit.. aku
berwudhu
Membersihkan kisi dan
dinding hati
Tuk menyambut bulan
suci
Marhaban ya Ramadhan
Nikmat hidup yang KAU
berikan
Semoga tak lagi
kusia-siakan
Biografi singkat Yoest
Namaku singkat saja, Yustina. Namun karena aku orang jawa
maka aku suka
menuliskannya dengan ejaan jawa, Yoest sebagai nama pena.
Terinspirasi
oleh nama Soeharto,dan berharap aku bisa menjadi orang besar
seperti dia.
Aku bungsu dari tiga bersaudara, lahir di Jakarta 31 Maret
1976. Jarak usia
yang begitu jauh ( 9 th ) dengan kakak ku yang kedua,
membuat aku
"sendiri" dalam melalui hari. Karena kedua kakakku
sudah berkeluarga ketika
aku baru menginjak remaja.
Sejak kecil aku hobby membaca. Toko buku dan perpustakaan
adalah tempat
favoritku sejak kanak2 sampai kini aku mempunyai 2 orang
anak. Tak jarang
aku berkurung 2/3 jam di Kharisma atau Gunung Agung hanya
untuk
membeli satu buah buku berharga lima atau sepuluh ribu
rupiah saja.
Sedang buku2 yang berharga empat puluh, lima puluh ribu aku
baca didalam
toko tanpa ada niat membelinya, meski aku berniat sekali
untuk melahap
isinya.
Menulis adalah suara hatiku, dimana aku biasa memberikan
semangat
kepada diriku sendiri atau sekedar meluapkan emosi.
Terkadang aku bahkan
tak perduli ketika coretanku berantakan tanpa arti..
Seiring berjalannya waktu, aku melirik kesekelilingku. Dan
aku baru sadar
ternyata dengan menulis kita bisa berbagi, dan dunia terasa
indah dengan
berhias rangkaian kata. Semoga aku bisa..!


Belum ada tanggapan untuk "PUISI ASA RAMADHAN"
Posting Komentar